post

Bos Leicester Tak Yakin Arsenal Mampu Bersaing Jadi Juara EPL

Manajer Leicester City Claude Puel merasa tak yakin Arsenal sudah pantas disebut siap bersaing merebut gelar juara liga pada musim iniThe Gunners saat ini memulai era baru di bawah asuhan Unai Emery. Awalnya manajer asal Spanyol itu sempat mengalami masa-masa sulit di Inggris.

Arsenal sempat dikalahkan oleh Manchester City dan Chelsea. Akan tetapi setelah itu The Gunners bangkit.

Anak-anak asuhnya sukses meraih enam kemenangan beruntun di Premier League. Mereka kini berada di posisi kelima klasemen sementara liga dengan raihan 18 poin, terpaut lima angka dari Manchester City yang ada di posisi pertama.

Hasil-hasil positif itu tentu membuat fans Arsenal berharap timnya bisa bersaing menjadi juara liga. Namun Puel tak yakin musim ini The Gunners akan bisa bersaing dengan City atau Liverpool untuk jadi juara liga.

“Kita lihat saja nanti. Ia memulai dengan beberapa kesulitan dan kalah dalam dua pertandingan pertama tetapi setelah mereka bekerja keras dan bermain dengan baik untuk memenangkan pertandingan di piala, Liga Europa dan Premier League,” ucapnya seperti dilansir Goal International.

“Mereka memiliki sembilan kemenangan pada saat ini yang luar biasa. Mereka percaya diri dalam permainan mereka. Mereka lebih langsung dan klinis saat ini, dengan pemain klinis seperti [Alexandre] Lacazette misalnya.”

“Mereka dapat memiliki kepercayaan diri yang baik untuk masa depan, tetapi untuk trofi juara saya tidak tahu. Ini hanya awal musim dan Premier League memiliki banyak kemungkinan,” tegasnya.

Meski demikian, manajer asal Prancis itu tetap memberikan pujian pada Emery. Ia terkesan dengan polesan eks bos PSG tersebut.

“Ia telah melakukan pekerjaan fantastis,” tambah Puel. “Tidak mudah untuk mengambil alih tim setelah Arsene Wenger.”

“Mulai musim ini dengan manajer baru dan mungkin banyak tekanan, awal musim mereka fantastis dan saya sangat menghormati manajer ini dan kualitas pekerjaannya,” pujinya.

“Mungkin Arsene sedikit ingin lebih banyak menguasai bola dalam permainannya dan mungkin permainan Emery lebih direct. Dua filosofi dan gaya permainan yang berbeda tapi bagus,” pungkasnya.